Pameran Iptek Dunia Islam di London Dibanjiri Pengunjung


Pameran Warisan Ilmu Pengetahuan Islam yang digelar di Museum Ilmu Pengetahuan London, Inggris dibanjiri pengunjung. Pameran yang berlangsung sejak tanggal 21 Januari itu menampilkan berbagai hasil karya ilmuwan Muslim dalam berbagai bidang, antara lain di bidang sosial, teknik, llmu pengetahuan, kedokteran dan arsitektur yang menjadi cikal bakal perkembangan peradaban modern saat ini.  

Pameran yang disponsori oleh Jameel Foundation itu dengan tema "1001 Inventions: Discover the Muslim Heritage in Our World". Dalam pameran ini, pengunjung yang datang tidak dikenai biaya dan bisa menyaksikan berbagai hasil temuan dan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam mulai dari abad ke-7.
Pihak Museum London tidak menduga masyarakat Inggris begitu antusias mengunjungi pameran yang akan digelar sampai tanggal 25 April mendatang. Hingga hari ini, jumlah pengunjung sudah mencapai lebih dari 15.000 orang dan Direktur Museum menilai pameran warisan Islam ini sukses besar.
"Sejak ribuan tahun yang lalu, mulai dari abad ke-7 dan seterusnya, adalah periode gemilang kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia Islam, yang membentang dari Cina, India, Persia, Afrika dan Arabia," kata Profesor Chris Rapley, Direktur Museum Sains London.
Beberapa benda peninggalan warisan Islam yang dipamerkan antara lain reproduksi peta kuno sepanjang 3 meter yang dibuat oleh ilmuwan Muslim Al-Idrisi pada abad ke-12, peralatan kedokteran yang digunakan 1000 tahun lalu dan masih ada yang digunakan hingga sekarang, serta model kamar gelap abad ke-9 karya Ibnu Al-Haytham yang menjadi cikal bakal pembuatan kamera dan peninggalan kuno lainnya.(ln/mol)
Sumber : Eramuslim

Militan Syi'ah Irak Culik Kontraktor AS


Sebuah kelompok militan Irak mengatakan dalam sebuah video internet pada hari Sabtu kemarin (6/2) bahwa mereka telah menculik seorang kontraktor sipil AS bulan lalu dan sedang bernegosiasi untuk pembebasan tawanan yang lain. 

Video tersebut muncul tak lama setelah pernyataan departemen pertahanan AS yang mengatakan karyawan sipil Issa T. Salomi (60 tahun) dari El Cajon, California, telah hilang sejak 23 Januari lalu dan militer AS telah melakukan pencarian untuk menemukannya.
Pria yang tidak disebutkan namanya dalam video digambarkan duduk berlatar belakang bendera hitam bertuliskan nama Liga Kebenaran, Asaib al-Haq, sebuah kelompok militan Syi'ah yang juga menculik ahli IT Inggris Peter Moore dan para pengawalnya di Baghdad pada Mei 2007.
Seorang pemimpin senior milisi mengatakan kontraktor yang diculik itu mereka tawan karena pemerintah tidak menepati janji mereka untuk membebaskan anggota kelompok dari penjara.
Sebuah kesepakatan secara luas diyakini berada di balik pembebasan programmer komputer Inggris Peter Moore di bulan Desember setelah 2-1/2 tahun oleh kelompok yang sama, meskipun pemerintah Irak dan Inggris menyangkal hal tersebut.
"Pemerintah melakukan banyak pelanggaran terhadap kami," kata pemimpin militan kepada Reuters.
Kontraktor yang diculik dalam video mengatakan bahwa ia dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan baik. Ia mengenakan seragam militer AS dan berbicara dalam bahasa Inggris.
Dia mengatakan, penculik menuntut pembebasan semua tahanan anggota kelompok mereka, dan mereka juga menuntut perusahaan keamanan AS Blackwater dituntut atas tindakan melakukan penembakan di bundaran Baghdad pada tahun 2007 di mana 14 warga sipil Irak tewas.
Asaib al-Haq juga menuntut penarikan semua pasukan asing dari tanah Irak. Sekitar 115.000 tentara AS tetap di Irak, hampir tujuh tahun setelah invasi yang menggulingkan diktator Saddam Hussein Sunni.
Militer AS di Irak sendiri menolak berkomentar mengenai video itu.(fq/aby)
Sumber : Eramuslim

Konvoi Palang Merah di Gaza "Diguncang" Bom


Kaca jendela sebuah jeep rombongan Palang Merah hancur akibat ledakan ketika melintas di dekat perbatasan Gaza. Ledakan yang cukup keras itu mengejutkan konvoi Palang Merah yang khawatir ledakan tersebut merupakan serangan terhadap mereka. Meski selama dua tahun belakangan ini, tidak pernah terjadi serangan terhadap tim bantuan asing di Gaza. 

Konvoi tersebut sedang dalam perjalanan ke luar Gaza yang rutin dilakukan setiap hari Kamis melewati rute perbatasan Erez, perbatasan Gaza-Israel, ketika terdengar ledakan keras. Menurut pihak Palang Merah, tidak ada korban dalam insiden tersebut.
"Konvoi sedang dalam perjalanan ke perbatasan Erez ketika ledakan terjadi di sisi jalan. Akibat ledakan yang cukup kuat, kaca-kaca jendela sebuah jeep kami pecah berantakan. Tapi setelah itu semua kendaraan melanjutkan perjalanan ke Erez," kata Eyad Naser, juru bicara Palang Merah Internasional di Gaza.
Warga sekitar Erez mengatakan, ledakan itu kemungkinan besar ledakan bom yang ditanam di jalan oleh Israel. Sementara pihak Hamas menyatakan, ledakan itu disebabkan oleh sisa granat-granat Israel yang tidak meledak. Meski belakangan ini, kelompok-kelompok Islamis radikal yang berafiliasi ke Al-Qaida di Gaza suka melakukan serangan bom ke tempat-tempat di Gaza seperti kafe-kafe dan sekolah-sekolah Kristen.
Kelompok itu menentang kekuasaan Hamas di Gaza dan mengkritik para pemimpin Hamas yang tidak menerapkan syariah Islam di Gaza. (ln/imemc/Ynet)

Dokter Gigi Jerman Usir Pasien Bernama "Jihad"


Seorang dokter gigi Jerman menolak untuk mengobati seorang anak laki-laki remaja berumur 16 tahun anak pada minggu ini karena nama pertamanya berarti "Jihad", kata ayah anak laki-laki tersebut Jumat kemarin (5/2). 

Keluarga muslim di kota Donaueschingen Jerman itu akhirnya meminta polisi untuk mendakwa wanita dokter gigi tersebut dengan tuduhan melakukan tindakan diskriminasi atas inside yang terjadi hari Selasa lalu.
Remaja muslim itu pergi ke dokter gigi untuk membetulkan penyangga giginya - namun ia di usir oleh dokter gigi yang mengatakan bahwa namanya dianggap mendeklarasikan perang terhadap non-Muslim.
Anak remaja ini bernama "Cihad", ejaan dari bahasa Turki untuk kata "jihad", yang merupakan nama anak laki-laki yang umum di negara-negara Islam.
Dokter gigi kemudian mengatakan kepada Schwarzwaelder Boten, sebuah surat kabar di Jerman selatan, bahwa dia kemudian menyesali keputusannya, karena hal itu bukan kesalahan anak itu sendiri karena orang tuanya lah yang memberi nama'.
Meskipun sering media menerjemahkan jihad sebagai 'perang suci', ulama disana menyatakan pada hari Jumat kemarin bahwa hal itu adalah istilah umum dalam Islam yang berarti melayani Tuhan dengan segenap kemampuan yang ada.
Pihak berwenang yang berhubungan dengan kedokteran gigi mengatakan mereka sedang memeriksa apakah dokter yang mengusir remaja tersebut telah melanggar kontrak kewajibannya untuk memperlakukan semua pasien dengan adil.
Anak itu telah menjalani perawatan meluruskan gigi-selama dua tahun di praktek klinik dokter yang sama, tetapi dengan dokter gigi yang berbeda, yang kebetulan absen pada hari itu.
Sang ayah mengatakan ia heran kenapa orang bisa keberatan dengan nama anaknya.
"Namanya belum pernah ada masalah sebelumnya," katanya. Sebelumnya orang tua anak itu mengatakan kepada surat kabar alasan ia memilih nama anaknya seperti, karena itu terdengar bagus, bukan keluar dari motivasi Islam sedikitpun.
Pejabat kotamadya di Donaueschingen juga menyatakan terkejut bahwa anak itu harus menerima penolakan oleh dokter. "Ini nama yang biasa di Turki," kata seorang juru bicara kota.(fq/irishsun)

Sumber : Eramuslim

Dan Bendera AS pun Dibakar di Pakistan


Ribuan warga Pakistan turun ke jalan memprotes putusan pengadilan New York terhadap Aafia Siddiqui. Mereka meyakini ilmuwan Pakistan itu tidak bersalah dan telah menjadi korban ketidakadilan AS.

Aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah kota di Pakistan. Para pengunjuk rasa meneriakan slogan anti-AS dan membakar bendera AS. Keluarga Aafia di Karachi, Pakistan juga mengecam putusan pengadilan New York dan menyebut putusan itu sebagai tamparan bukan hanya bagi Pakistan sebagai sekutu dekat AS, tapi juga bagi semua umat Islam.
"Ini bukan sebuah putusan, tapi tamparan bagi seluruh umat Islam, khusunya bagi negara Pakistan yang selama ini menjadi sekutu dekat AS dalam kampanye AS 'perang melawan teror'. Putusan itu juga memalukan bangsa Amerika karena hukum AS ternyata tidak bisa memberikan keadilan bagi orang yang tak bersalah," tukas Dr Fauzia Siddiqui, saudara perempuan Aafia.
Fauzia menyatakan tidak percaya atas semua tuduhan yang didakwakan pada Aafia. "Ini adalah sebuah paket kebohongan. Semua orang tahu kalau dia (Aafia) diculik oleh intelejen Pakistan atas perintah Jenderal Pervez Musharraf (mantan presiden Pakistan). Dia kemudian diserahkan ke Amerika dan membawanya ke Afghanistan. Di Afghanistan, Aafia ditahan selama berbulan-bulan dan mengalami penyiksaan," papar Fauzia.
Ia juga mengkritik sikap pemerintah Pakistan yang gagal melindungi warga negaranya. Fauzia mendesak pemerintah untuk menghentikan pengiriman suplai kebutuhan pasukan NATO di Afghanistan yang selama ini menggunakan melewati wilayah Pakistan. "Jika pemerintah Pakistan menutup akses bagi pengiriman suplai itu, saudara saya akan bersama kami lagi dalam waktu tiga hari," ujarnya yakin.
Pemerintah Pakistan sudah membentuk komite khusus untuk membebaskan Aafia yang diketuai anggota parlemen Pakistan, Talah Mahmud. Mahmud menyatakan kecewa atas putusan pengadilan New York dan mendesak pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kerjasama "perang melawan teror" dengan AS.
Tiga bulan yang lalu, Mahmud sempat menjenguk Aafia di New York. Ia melaporkan pada pemerintah Pakistan bahwa Aafia mengalami penyiksaan fisik dan mental di dalam penjara AS.
"Kalau pemerintah benar-benar serius, Aafia seharusnya sudah dibebaskan. Tapi pemerintah sudah kehilangan kesempatan itu," tukas Mahmud. (ln/aljz/iol/prtv)
Sumber : Eramuslim

Aparat Keamanan Maroko Tangkap Seorang Misionaris


Jumat kemarin (5/2) mengatakan bahwa mereka telah menangkap seorang misionaris Kristen warga asing di provinsi Haouz Omziz, dekat Marrakech. Misionari tersebut "tertangkap basah" melakukan penyebaran agama Kristen.

Kantor berita MAP melaporkan bahwa sumber-sumber resmi mengatakan bahwa Penginjil misionaris itu melakukan aksinya yang ia tujukan kepada sekelompok warga Maroko berjumlah 14 orang, yang terdiri dari perempuan dan anak-anak. Penginjil itu telah menyebarkan ajaran Kristen di Kerajaan Maroko dan berusaha menarik umat Islam untuk pindah ke agama kristen.
Sumber yang sama menambahkan bahwa intervensi dari pihak berwenang datang setelah mereka mendapatkan akses informasi yang sesuai, dimana telah terjadi pertemuan rahasia yang berlangsung secara teratur untuk mengajarkan ajaran-ajaran Kristen yang akan melemahkan aqidah umat Islam dan membahayakan nilai-nilai agama Kerajaan resmi kerajaan Maroko yang mayoritas Islam.
Undang-undang pidana resmi Maroko menyatakan bahwa tindakan "misioaris" dapat dihukum dengan pidana penjara paling lama enam bulan sampai tiga tahun tergantung dari tingkat 'rayuan' misionaris tersebut yang menggunakan sarana untuk mengacaukan iman umat Islam atau merubah umat Islam ke agama lain.
Pihak kerajaan Maroko mengatakan mereka akan mengusir para Penginjil ke luar wilayah nasional Maroko sesuai dengan hukum yang berlaku di Kerajaan.
Menurut statistik terbaru untuk jumlah penganut Kristen di Maroko meningkat hingga 1500 orang Kristen dalam sepuluh tahun terakhir.(fq/alqudsalarabi)
Sumber : Eramuslim

1000 Sopir Taksi Muslim Norwegia Mogok, Terkait Kartun Nabi


Muslim di Norwegia memarkirkan mobil mereka di pusat kota Oslo pada malam minggu (6/2) kemarin melakukan aksi protes atas surat kabar Dagbladet yang melaporkan grup Facebook pihak Keamanan Norwegia yang menampilkan kartun pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW, dalam situs jejaring sosial terkenal tersebut grup Facebook keamanan Norwegia menampilkan gambar Babi yang dinamakan Muhammad.


Aksi spontan itu diumumkan kemarin malam dan para penggagas demo mendesak para supir taksi Muslim untuk berhenti mengemudi alias mogok narik antara 2 hingga 4 jam. Dan tepat pada pukul 3 pagi, hampir 1000 pengemudi taksi Muslim telah mengikuti seruan untuk "berjihad" tersebut.
Surat kabar Dagbladet Norwegia telah mencetak ulang kartun yang menghina Nabi Muhammad di halaman depan surat kabar mereka pada hari Rabu lalu sebagai ilustrasi dari cerita bahwa PST (polisi keamanan Norwegia) telah menampilkan kartun yang melecehkan Nabi Muhammad pada grup mereka di situs Facebook.
Sopir taksi Muslim di kota Oslo bereaksi keras terhadap pencetakan kembali kartun yang melecahkan itu.
"Ini adalah penyalahgunaan kebebasan berekspresi dan kita bereaksi terhadap hal tersebut," kata Munid Rashad, salah satu pengumudi taksi Muslim. "Apa yang kami lakukan bukanlah aksi kekerasan, namun kami akan menunjukkan bahwa kami menentang kebebasan berekspresi barat dan penghinaan nilai Islam kami oleh Norwegia.(fq/dagbladed)
Sumber : Eramuslim