Muslim Polandia akan Miliki Masjid Terbesar di Warsawa



Sebuah Islamic Center, termasuk sebuah masjid rencananya akan dibangun di kota Warsawa, kata sebuah laporan media dari Polandia.

Pusat Kebudayaan Islam, yang dibiayai oleh investor Saudi, akan berlokasi di bundaran Zeslancow Syberyjskich sebelah barat pusat kota Warsawa, menurut Radio Polishki yang dikutip oleh situs thenews.pl.

Arsitektur bangunan direncanakan akan berupa masjid dengan menara setinggi 18 meter serta bangunan dengan tiga lantai.

Selain menyediakan ruang sholat, Islamic Center di Warsawa Polandia ini akan terdiri dari sebuah perpustakaan yang dilengkapi dengan ruang multimedia, galeri seni, restoran, kafe dan toko.

Ada sekitar 35-40.000 Muslim di Polandia, di antaranya warga asli Polandia, warga Tatar, Arab, Turki, Palestina dan lain-lain. Sebagian besar dari mereka, sekitar 11-13.000 orang, tinggal di kota Warsawa.(fq.wb)


Kepala Polisi Al-Jazair Tewas Ditembak di Kantornya



Kepala polisi nasional Aljazair ditembak mati pada hari Kamis kemarin (25/2) di markas kepolisian oleh seorang pejabat polisi lain yang bertindak seperti orang kegilaan, kata Kementerian Dalam Negeri.
"Penembakan terhadap Ali Tounsi ... berlangsung selama jam kerja, dalam sebuah insiden dimana seorang pejabat polisi menggunakan senjatanya dan menembak Kolonel Tounsi sehingga terluka parah," kata radio pemerintah mengutip pernyataan kementerian dalam negeri.
"Sebuah penyelidikan yudisial telah dibuka untuk menentukan dan menyelidiki peristiwa menyedihkan ini," kata pernyataan tersebut.
Tidak ada indikasi adanya hubungan antara pembunuhan Tounsi dengan kelompok penyerang seperti al-Qaidah yang secara berkala sering menargetkan serangan terhadap pemerintah Aljazair, yang menjadi pengekspor minyak dan gas.
Angkatan kepolisian yang dipimpin oleh Tounsi telah memainkan peranan penting dalam upaya untuk menyingkirkan perlawanan yang dilakukan oleh militan Islam.
Sebelumnya, sumber keamanan mengatakan kepada Reuters bahwa Tounsi yang menjadi kepala polisi nasional selama lebih dari satu dekade dan veteran perang kemerdekaan Aljazair dari Perancis pada era 1950-an dan 1960-an, ditembak di kantornya oleh seorang pejabat polisi senior tanpa alasan yang jelas.
"Orang ini (pejabat polisi yang menembak Tousi) seperti sedang stres, ia tiba-tiba mengeluarkan pistol dan menembak Tousi," kata sumber itu. "Polisi tersebut menembak Tousi dari jarak dekat."
Pernyataan Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa setelah menembak kepala polisi, penyerang menembak dirinya sendiri dan sekarang dalam kondisi kritis di rumah sakit.
"Kematian Tounsi adalah kerugian besar tetapi tidak akan mempunyai dampak pada perang melawan terorisme," kata seorang sumber resmi yang dekat dengan masalah-masalah keamanan kepada Reuters.
"Perang melawan teror tidak dilakukan oleh satu orang tetapi oleh semua lembaga-lembaga yang ada di Aljazair."
Polisi berbagi tanggung jawab untuk memerangi para pemberontak dengan aparat keamanan yang lain, seperti kelompok paramiliter polisi, dinas intelijen dan tentara. (fq/aby)

Polisi Dubai kepada Kepala Mossad: Jadilah Laki-laki Bertanggung Jawab



Kepala kepolisian Dubai, letnan jenderal Dahi Khalfan Tamim menyerukan kepada pimpinan Mossad Meir Dagan untuk mengaku bertanggung jawab atas keterlibatan Mossad dalam pembunuhan salah seorang petinggi gerakan perlawanan Islam Hamas Mahmud Mabhuh di sebuah hotel di Dubai pada bulan lalu.
Dalam pernyataannya yang diterbitkan di media-media Uni Emirat Arab, berbicara atas nama pemerintah Dubai pada sabtu kemarin (27/2), Khalfan mengatakan: "Seharusnya laki-laki seperti Meir Dagan harus mengakui kejahatannya yang selama ini selalu menolak serta membantah keterlibatannya dan anak buahnya dalam kasus pembunuhan Mabhuh, namun tingkah lakunya seperti saat ini mencerminkan rasa ketakutannya. Satu-satunya yang bertanggung jawab adalah Mossad, jadi Meir Dagan bertanggung jawablah sebagai seorang laki-laki."
Pernyataan ini datang setelah kepolisian Dubai membuat pernyataan bahwa mereka memiliki bukti kuat akan keterlibatn Mossad dalam pembunuhan Mabhuh.
Dahi Khalfan mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki banyak bukti terkait pembunuhan Mabhuh yang belum diungkapkan kepada media.(fq/imo)

Sumber 

Polisi Dubai Miliki Bukti "DNA" Pembunuh Mabhuh



Kepolisian Dubai pada hari Jumat kemarin (26/2) mengatakan bahwa mereka memiliki bukti DNA identitas setidaknya salah seorang dari pembunuh pemimpin senior Hamas Mahmud al-Mabhuh di emirat pada bulan lalu.
"Kami punya bukti DNA ... dari TKP. DNA dari para penjahat di sana," kata kepala polisi Dubai Dhahi Khalfan kepada Al Arabiya.
Dia mengatakan polisi telah "mengkategori bukti DNA pada salah satu pembunuh" dan bukti sidik jari dari beberapa tersangka lain, dan ia menegaskan bahwa "100 persen" hal tersebut merupakan bukti identitas mereka para pembunuh.
Pembunuhan Mabhouh, yang tubuhnya ditemukan di sebuah kamar hotel Dubai pada Jan 20, telah menimbulkan tekanan dunia internasional kepada Israel setelah Dubai mengatakan bahwa agen-agen Israel, sebagian besar menggunakan identitas yang mereka curi di Barat, telah melakukan pembunuhan terhadap Mabhuh.
Tapi Israel berpendapat bahwa tidak ada bukti yang kuat bahwa agen mata-mata mereka Mossad, berada di belakang pembunuhan itu.
Kepolisian Dubai telah menerbitkan rincian dari 26 tersangka bersama dengan paspor foto mereka.
Organisasi polisi internasional, Interpol, telah mengedarkan surat perintah untuk penangkapan 11 tersangka, setelah Dubai merilis nama dan rincian paspor mereka.
Dubai kemudian mengatakan mereka memiliki data 15 tersangka lain, dan Khalfan mengatakan surat perintah penangkapan mereka akan disirkulasikan melalui Interpol minggu depan.
Khalfan mengatakan dalam komentar yang dipublikasikan pada hari Jumat kemarin bahwa unit polisi internasional dengan petugas dari Emirates dan setidaknya tujuh negara-negara lain akan memburu para pembunuh Mabhuh yang dicurigai sebagai agen-agen Israel.
Dia mengatakan bahwa beberapa perwira-nya sudah pergi ke beberapa negara-negara Eropa untuk melakukan penyidikan, harian milik pemerintah melaporkan. (fq/aby)

Surat Kabar Denmark Meminta Maaf atas Kartun Melecehkan Nabi



Harian Denmark Politiken pada hari Jumat kemarin (26/20 meminta maaf karena telah menyinggung umat Islam atas tindakan mereka yang mereproduksi kartun Nabi Muhammad di tahun 2008, namun mereka mengatakan tidak menyesali atas terjadinya penerbitan gambar-gambar yang melecehkan tersebut.
Politiken adalah surat kabar Denmark pertama yang secara resmi meminta maaf kepada umat Islam yang merasa tersinggung dengan penerbitan kartun yang menghina nabi Muhammad.
Permintaan maaf itu diterbitkan pada hari Jumat kemarin atas sebuah kesepakatan yang dicapai dengan delapan organisasi Islam dari negara yang mewakili sebanyak 94.923 Muslim.
Dalam perjanjian/kesepakatan tersebut, Politiken mengatakan menyesal jika mereka telah menghina keimanan umat Islam, tetapi mereka tidak menyesali penerbitan gambar-gambar melecehkan itu dan menyatakan bahwa hal tersebut tidak melepaskan hak mereka untuk mempublikasikan gambar-gambar kontroversial lagi.
Permintaan maaf Politiken terhadap umat Islam dikecam oleh politisi Denmark, yang mengatakan koran tersebut mengalah atas tekanan dan telah mengorbankan kebebasan berekspresi, yang dianggap sebagai landasan demokrasi Denmark.
Harian Denmark Jyllands-Posten pertama kali yang menerbitkan 12 karikatur Nabi Muhammad pada bulan September 2005.
Salah satu gambar kartun, menampilkan pelecehan seolah-olah nabi mengenakan sorban berbentuk bom dengan sumbu yang menyala, telah membuat marah banyak umat Muslim di seluruh dunia dan memicu kemarahan dan dalam beberapa kasus protes berakhir kerusuhan di bulan Januari dan Februari 2006. (fq/aby)

Sumber 

Pasca Bentrokan Agama, di Liberia, Pemerintah Terapkan Jam Malam



Pemerintah Liberia menerapkan jam malam pada hari Sabtu kemarin (27/2) di Lofa County (wilayah utara Liberia), setelah terjadinya bentrokan antara umat Islam dan kristen yang mengakibatkan tewasnya dua orang di dekat perbatasam dengan Guinea, insiden seperti ini merupakan insiden kekerasan ke tiga antara muslim dan kristen dalam tahun ini di negara-negara Afrika barat.
Pemerintah dalam sebuah pernyataannya mengatakan: "Polisi nasional dan unit tanggap darurat beserta misi militer PBB di Liberia dikerahkan untuk menangani bentrokan, dan pemerintah mulai saat ini menerapkan larangan untuk keluar rumah mulai menjelang malam sampai pagi," seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Masih belum jelas siapa yang memulai konflik agama di Liberia tersebut, karena masing-masing pihak mengklaim bahwa bukan mereka yang memulai konflik.
Dalam pernyataan pemerintah dikatakan bahwa tindakan kekerasan agama yang terjadi Liberia, bermula dengan diketemukannya tubuh seorang wanita kristen di sebuah masjid di kota, namun sebelumnya juga ditemukan mayat umat Islam dan kristen.
Menurut saksi mata sejumlah gereja Katolik dan masjid di bakar oleh masing-masing pihak yang saling bertikai selama bentrokan terjadi, yang menyebabkan beberapa orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka seirus.
Liberia terletak di pantai barat benua Afrika di Samudra Atlantik, dengan perkiraan penduduk sekitar 3,3 juta orang, 40% dari mereka adalah umat Kristen, dan sekitar 15% dari mereka adalah umat Muslim, dan selebihnya adalah kaum pagan, menurut perkiraan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.(fq/iol)

Belasan Orang Tewas Pada Acara Maulid di Mali



Sedikitnya 15 orang harus tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka karena harus terinjak-injak oleh kerumunan massa di sebuah masjid di Timbuktu Mali.
Insiden berdarah ini terjadi pada Kamis malam dalam sebuah upacara peringatan "Maulid Nabi" di sebuah masjid terkenal Janjaribr Timbuktu.
Imam masjid Abdul Rahman bin Sayuti berkata: "Ribuan masyarakat berkumpul setiap tahun di masjid agung kota Timbuktu untuk memperingati perayaan Maulid Nabi, namun untuk tahun ini jumlah jamaah yang hadir sangat membludak sehingga beberapa jalan raya harus di blokir."
Dia menambahkan: "Masyarakat mencari perlindungan di gang-gang sempit, namun karena banyaknya jamaah yang ingin menghadiri perayaan maulid nabi di masji agung, akhirnya berdesak-desakkan sehingga kemudian tragedi tersebut harus terjadi," seperti di laporkan Reuters.
Menurut hasil penyelidikan polisi, insiden tersebut sedikitnya menewaskan 15 orang, termasuk dua orang anak dan 41 orang lainnya cedera mengalami luka-luka ringan.(fq/imo)